MISTERI KETINDIHAN

    Dari berbagai sumber yang saya pelajari, sampai pada kesimpulan bahwa makhluk halus itu bisa digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu malaikat, setan dan jin.  Malaikat adalah makhluk halus yang tingkatannya paling tinggi, tidak mempunyai nafsu, dan selalu mematuhi perintah dari Allah SWT.  Keberadaan malikat adalah di surga bersama Allah SWT.

   Setan adalah makhluk halus tingkat yang kedua, mempunyai nafsu, dan selalu mengingkari perintah dari Allah SWT.  Keberadaan setan adalah di luar surga.  Setan tidak bisa melihat Allah SWT, dan juga tidak bisa melihat malaikat ketika berada di surga.  Ketika malaikat itu keluar dari surga barulah seten bisa melihatnya.

   Makhuk halus tingkat yang ketiga adalah golongan jin.  Golongan jin adalah makhluk halus yang mempunyai nafsu, tidak bisa melihat setan, malaikat apalagi melihat Allah SWT.  Golongan jin ini ada yang beriman, dan juga ada yang tidak beriman seperti manusia.  Hal ini disebabkan karena jin dan manusia selalu digoda oleh setan.

   Jadi yang menggoda manusia untuk berbuat kejahatan ada dua jenis makhluk halus yaitu setan dan jin, karena manusia tidak bisa melihat kedua makhluk halus itu.  Setan menggoda manusia melalui alam pikirannya, sangat halus, dan bahkan manusia sering terpedaya.  Kadang-kadang perbuatan baik yang dilakukan oleh manusia pun, secara tersembunyi setan telah memasang berbagai macam jebakan agar pada akhirnya mau tidak mau manusia bisa tergelincir dalam kubangan dosa.

   Manusia tidak bisa melihat setan, akan tetapi pada kondisi tertentu manusia bisa melihat jin.  Beberapa jenis hantu, termasuk tuyul merupakan golongan jin.  Dalam suasana hening, dan dalam kondisi ketakutan, biasanya manusia ditakuti oleh adanya kemunculan hantu.  Hantu itulah penampakan dari jin.  Dalam kondisi tertentu jin juga bisa masuk ke dalam tubuh manusia.  Kejadian manusia yang sedang dimasuki jin disebut dengan kerasukan.  Orang yang sedang kerasukan biasanya bertingkah laku brutal dan sulit dikendalikan.  

   Akan tetapi ada juga kerasukan yang bisa dikendalikan, yaitu orang kerasukan yang biasanya dimanfaatkan oleh manusia pada kegiatan pengobatan.  Orang yang kerasukan jin dan bisa melakukan pengobatan disebut dengan dukun rewangan.

  Ada juga orang kerasukan jin ketika dalam keadaan tidur.  Keadaan kerasukan pada saat seseorang sedang tidur disebut dengan ketindihan.  Bagaimana sih rasanya ketindihan ?  Kalian pasti penasaran.  Saya akan bercerita tentang bagaimana ketindihan sesuai pengalaman yang saya alami sendiri.

   Ketika itu saya masih duduk di kelas 3 SD, adik saya bercerita bahwa malam tadi ia mengalami ketindihan.  Ada jin yang mengganggu dirinya pada saat tidur malam tadi.  Saya tidak percaya, bahkan saya sesumbar akan menendang dan menginjak-injak jin itu, kalau sampai berani mengganggu saya, pada saat saya tidur.

  Malam pun tiba, saya tidak ada ketakutan sedikitpun.  Saya memulai tidur seperti biasanya.  Akan tetapi pada saat menjelang tidur, saya merasakan ngantuk yang amat sangat berat.   Akhirnya saya tertidur, dan pada saat itulah saya untuk pertama kali mengalami ketindihan.  Saya merasakan susah sekali bernafas.  Badan tidak bisa bergerak, dan susah sekali untuk bisa terbangun.  Seperti ada sesosok makhluk besar yang menindih sekujur tubuh saya.  

   Dengan berbagai upaya sekuat tenaga saya akhirnya bisa terbangun.  Duduk sebentar dan tidur kembali.  Dan ketika saya tidur lagi, ternyata ketindihan berlanjut lagi.  Akhirnya saya terbangun lagi, agak lama sambil berdoa dan menenangkan diri.  Barulah saya bisa tidur seperti biasanya.  

  Apakah hanya sekali itu saja mengalami ketindihan ?  Ternyata tidak, saya mengalami ketindihan sampai berseri-seri, bahkan berjilid-jilid.  Ketindihan tidak hanya saya alami di malam hari saja, di siang hari pun saya bisa mengalami ketindihan.  Lama-lama saya sudah tahu rahasianya bagaimana caranya agar bisa cepat terbangun dari ketindihan.  Caranya yaitu dengan cara menggerakkan jempol kaki terlebih dahulu.  

  Dalam keadaan terdesak dan dalam suasana yang mencekam ketika ketindihan, di mana tubuh sangat susah untuk digerakkan, saya gerakkan dulu jempol kaki saya.  Begitu jempol kaki sudah bisa digerakkan, maka seluruh tubuh juga bisa ikut digerakkan.  Dan akhirnya saya bisa terbangun dari tidur saya.

   Bahkan suatu kali saya bisa menjebak jin dalam perut saya.  Ternyata keluar masuknya jin ke dalam tubuh manusia adalah melalui mulut.  Ketika itu saya tidur siang.  Saya merasakan sedang mengalami ketindihan.  Saya terbangun dengan diam-diam, lalu dengan segera menutup mulut saya.   Alhasil jin yang ada di perut saya berlari-lari ke dada dan ke perut.  Begitu mulut saya buka, maka jin itu pun keluar dengan sendirinya.

  Pernah juga, pada waktu saya ketindihan malam hari.  Pada saat sebelum tidur, tv yang ada di ruang tengah, sudah saya matikan.   Tapi ketika saya mengalami ketindihan saya mendengar tv dihidupkan, bahkan terdengar ada beberapa orang yang menontonnya.  Saya bangun diam-diam, pura-pura masih tidur.  Alhasil, saya masih mendengar suara tv samar-samar.  Tetapi tidak berlangsung lama.  

   Tiba-tiba saya mendengar ada tikus yang naik ke loteng.  Jadi tikus-tikus itu ternyata adalah tikus siluman yang sedang menonton tv.  Pantas saja, sudah beberapa kali saya pasang perangkap, tidak kena-kena juga.  Padahal loteng rumah saya kan rapat, tapi kok tikus itu bisa menerobosnya.  Dasar tikus siluman.

   Karena saya mengalami ketindihan, saya beberapa kali diperlihatkan beberapa kejadian yang akan datang.  Cerita mengenai hal ini akan saya tulis pada seri berikutnya.  Selain itu, saya juga sering mimpi terbang, melalang buana.  Saya pernah pergi ke zaman Penjajahan Jepang.  Saya pernah masuk ke tempat wisata yang ada di Inggris.  Bahkan saya pernah bertamu di rumah jin.  Dan yang lebih seru lagi, saya juga pernah diobati pada saat mengalami ketindihan ini.  Cerita mengenai hal ini juga akan saya ceritakan pada seri berikutnya.

   Apakah sampai sekarang saya masih mengalami ketindihan ?  Saya sekarang tidak lagi mengalami ketindihan.  Kok bisa ?  Saya percaya bahwa ketindihan ini akan terus kita alami, selagi kita memanfaatkannya.  Dan ketindihan ini akan berakhir apabila kita percaya bahwa ketindidihan merupakan jebakan batman dari jin untuk manusia.  Pada awal-awalnya manusia diberi kemampuan untuk menerawang masa depan, bisa mengobati, dan entah apa lagi.  Semua itu ternyata hanya tipu daya belaka.   Yang ujung-ujungnya manusia jadi sengsara.  

   Tidak ada ceritanya jin itu akan mengenakkan manusia, yang ada juga jin itu akan selalu menyengsarakan manusia.  Setelah saya mempercayai akan hal itu, secara perlahan tapi pasti, saya tidak lagi mengalami ketindihan.  Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni dosa-dosa saya selama ini.  Karena saya sudah bersekutu dengan jin, walaupun bukan atas kemauan diri saya.

   Pelajaran yang bisa kita petik dari Misteri Ketindihan adalah kita janganlah silau kepada orang yang mempunyai kemampuan di luar nalar.  Misalnya bisa meramal, bisa mengobati dengan cara magis, tubuhnya kebal, bisa menghilang, bisa melihat makhluk halus, dan lain sebagainya.  Semua itu hanyalah jebakan batman dari jin.  Yang ujung-ujungnya akan menyengsarakan manusia.  Yang terbaik buat diri kita adalah selalu berserah diri kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

   Biarlah masa depan kita tetap menjadi misteri, dan jangan percaya dengan ramalan-ramalan.  Misteri masa depan hendaknya kita jalani selaras dengan kehidupan yang syarat dengan seni.  Sehingga keindahan kehidupan kita terpancar penuh kebahagiaan di bawah lindungan dari Tuhan Yang Mahakusa.  Aamiin.

Ditulis oleh Wagiran pada Malam Jumat Wage tanggal 28 Mei 2021  

   

   

   

Komentar